Mengenal Saham sebagai Instrumen Investasi

Pada postingan ini kita akan membahas tentang saham, salah satu produk yang sering diperjualbelikan di pasar modal. Saham memang menjadi salah satu tren investasi masa kini. Banyak pengunjung blog ini yang mempertanyakan perihal saham.

Tulisan ini saya kutip dari berbagai sumber lain namun sudah diedit di sana sini. Mudah-mudahan bisa membantu kita memahami saham sebagai salah satu instrumen investasi yang bisa kita pilih.Saham dapat diartikan sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas.

Bentuk saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya. Akan tetapi, sekarang ini saham dengan sistem tanpa warkat (scriptless) sudah mulai dilakukan di pasar modal Indonesia dimana bentuk kepemilikan tidak lagi berupa lembaran saham yang diberi nama pemiliknya tapi sudah berupa account atas nama pemilik atau saham tanpa warkat.

Jadi penyelesaian transaksi akan semakin cepat dan mudah.Jenis SahamSaham atau ekuitas (equity) merupakan surat berharga yang sudah dikenal masyarakat. Secara umum, jenis saham yang dikenal adalah saham biasa (common stock).

Saham itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).Saham biasa, merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling akhir dalam pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi (tidak memiliki hak-hak istimewa).

Karakterisktik lain dari saham biasa adalah dividen dibayarkan selama perusahaan memperoleh laba. Setiap pemilik saham memiliki hak suara (one share one vote)dalam rapat umum pemegang saham yang sering disingkat RUPS .

Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain. Sedangkan untuk saham preferen, merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi).

Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak pada 3 (tiga) hal: ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan dengan saham biasa.Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu. saham preferen sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit.

Apa keuntungan investasi saham?Daya tarik dari investasi saham adalah dua keuntungan yang dapat diperoleh pemodal dengan membeli saham atau memiliki saham, yaitu dividen dan capital gain. Dividen merupakan keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Biasanya dividen dibagikan setelah adanya persetujuan pemegang saham dan dilakukan setahun sekali.Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemodal tersebut harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai, dimana pemodal atau pemegang saham mendapatkan uang tunai sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki dan dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan.

Sedangkan capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual yang terjadi. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Sebagai contoh, misal saja Anda membeli saham Telkom dengan harga per sahamnya Rp 8.800 dan menjual dengan harga Rp 9.200 berarti Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 400 per lembar sahamnya.

Umumnya investor jangka pendek mengharapkan keuntungan dari capital gain.Risiko Investasi SahamSaham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi.

Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain) dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.Jadi bila Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham yang perlu ditelaah ulang adalah tingkat risiko yang terkandung (high risk) sesuai dengan tingkat risiko yang bisa Anda tanggung.

Jangan sampai berinvestasi dalam bentuk saham memberikan rasa khawatir serta waswas mengakibatkan Anda susah tidur dan stres. Kenali tingkat risiko Anda dan ambil keputusan berdasarkan hal itu.

Alasan memilih sahamDalam menganalisis perusahaan publik yang ada, perlu diingat minat Anda berinvestasi di saham untuk jangka waktu yang panjang dengan mendapatkan dividen yang relatif stabil atau menginginkan keuntungan jangka yang lebih pendek dari segi capital gain akibat pertumbuhan perusahaan.

Sebagai investor, terdapat 3 alasan mengapa Anda memilih untuk membeli saham tertentu :Income. Apabila pertimbangan Anda dalam berinvestasi dalam saham adalah mendapatkan pendapatan yang tetap dari hasil investasi pertahunnya, maka anda bisa membeli saham pada perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara regular.

Growth. Apabila pertimbangan Anda adalah untuk jangka panjang dan memberikan hasil yang besar di masa datang, berinvestasi pada saham perusahaan yang sedang berkembang (biasanya perusahaan teknologi) memberikan keuntungan yang besar, karena kebijakan dari perusahaan yang sedang berkembang biasanya keuntungan perusahaan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan maka perusahaan tidak memberikan dividen bagi investor.

Keuntungan bagi investor hanya dari kenaikan harga saham apabila anda menjual saham tersebut di masa datang (kenaikan harga saham yang besar).Diversification. Apabila Anda membeli saham untuk kepentingan portofolio anda maka harus hati-hati dalam melengkapinya.

Apakah Anda memerlukan saham untuk pendapatan tetap atau membeli obligasi dengan bunga yang diberikan sebagai pendapatan.Berinvestasi dalam saham sangat memerlukan pengetahuan yang luas tentang perusahaan itu sendiri (perusahaan dimana Anda ingin menginvestasikan dana anda).

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dan harus anda jawab sebelum memutuskan berinvestasi pada saham.Pertanyaan pertama yang harus Anda ketahui jawabannya adalah perusahaan apa?

Kemudian apa yang dilakukan perusahaan tersebut (line of business)? Berapa besar utang yang dimiliki oleh perusahaan (debt to equity ratio)? Bagaimana perkembangan industri di mana perusahaan itu berada, serta perkembangan perusahaan itu sendiri?Informasi atau pengetahuan lain yang harus Anda ketahui adalah pergerakan saham perusahaan itu dalam beberapa tahun belakangan dari 1, 5, sampai 10 tahun yang lalu.

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dengan semua pengetahuan atau informasi yang Anda dapat dari pertanyaan diatas, akan membantu memberikan kejelasan mengenai perusahaan dimana anda akan menginvestasikan dana anda serta prospek ke depan dari perusahaan tersebut.

Anda akan menemukan banyak informasi yang berbeda-beda dari berbagai institusi, Anda harus mempelajari institusi mana yang memiliki pengalaman serta kridibilitas yang tinggi sehingga informasi yang Anda terima benar-benar adanya dan akurat.

Sehingga informasi tersebut dapat membantu anda melakukan keputusan mengenai investasi yang anda ambil.KesimpulanSaham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki karakteristik high risk, high return. Ada 2 keuntungan yang bisa kita dapatkan dari investasi saham; dividen dan capital gain.

Sebelum memulai investasi saham, kita harus menentukan tujuan investasi kita, apakah untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Juga kita perlu menyeleksi perusahaan mana yang layak kita beli untuk dapat memberikan keuntungan di masa datang.

Semoga tulisan ini dapat membantu kita untuk mengenali saham sebagai salah satu produk investasi. Salam

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *