Mengenal Dow Theory

Setelah hampir seminggu tidak posting karena alasan kesibukan membuat soal ujian di madrasah, hari ini artikel dari ER kembali hadir. Kali ini beliau akan memaparkan Dow Theory.

Tidak ada yang secara pasti dapat menentukan harga akan bergerak kemana. Akan tetapi berdasarkan ilmu-ilmu yang ada dan secara psikologis kita dapat memperkirakan harga kemungkinan akan bergerak kemana. Untuk itulah diadakan “kursus kilat” untuk memperoleh “dasar-dasar” ilmu tersebut.

TA dan FA hanya 15%. Dan 85% adalah psikologis. Jawaban di postingan hampir semuanya mengatakan akan turun dan tidak satupun misalnya mendasarkan kepada candlesticks atau indikator-indikator tertentu. Kesimpulannya disini secara psikologis “fear” atau kecemasan lebih dominan.

Akan tetapi semuanya itu direfleksikan dalam bentuk price chart dimana semua indikator juga menunjukkan bahwa harga kemungkinan turun. Kekhawatiran kita akan tercermin didalam price chart atau index. Teori DOW mengatakan bahwa price discount everything.

Teori dasar pertama dari teori Dow menunjukkan bahwa semua informasi – masa lalu, sekarang dan bahkan masa depan – didiskontokan/direfleksikan ke pasar dan tercermin dalam harga saham dan indeks.

Informasi yang mencakup segala sesuatu mulai dari emosi investor, inflasi, data suku bunga data, kinerja perusahaan yang belum diumumkan.

Berdasarkan prinsip ini, satu-satunya informasi yang dikecualikan adalah sesuatu yang tidak dapat diketahui, seperti gempa bumi yang dahsyat.Tetapi kemudian risiko peristiwa semacam direfleksikan juga ke pasar.

Ketakutan terhadap “Dubai Effect” juga direfleksikan ke pasar, terbukti bahwa DOW juga jatuh. Berapa lama akan jatuhnya? Apakah akan berkepanjangan atau tidak, tak seorangpun akan tahu. Karena mungkin saja masih ada hal-hal yang tersembunyi yang belum muncul ke permukaan dan belum dirfelksikan oleh pasar seperti halnya pernah terjadi pada krisis di Amerika.

Kecenderungan (tapi manusiawi) pertanyaan berisi pertanyaan tentang sahamnya masing-masing. Akan tetapi harga hampir semua saham biasanya mengikuti Big Picture (Index/IHSG).

Kalau Big Picture naik, maka saham-saham ikut naik, kalau turun ikut turun Misalnya saham ELTY dan DEWA tidak akan mempengaruhi Big Picture akan tetapi gerakan Big Picture bisa menyeret ELTY maupun DEWA.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *