Belajar Investasi dengan Gadai Emas Syariah

Pada postingan beberapa waktu lalu, saya sempat membahas mengenaibelajar investasiemas dan mengenal produk MULIA dari pegadaian syariah.Kemarin, saya pergi ke pegadaian syariah untuk mengambil emas batangan yang sudah saya pesan kurang lebih satu bulan yang lalu.

Setelah menandatangani berita acara penyerahan barang, saya pun menerima emas batangan yang saya idam-idamkan selama ini. Alhamdulillah, akhirnya terlaksana juga cita-cita untuk mulai belajar investasi emas.

Ada yang menyebutkan bahwa harga emas akan selalu stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang. Untuk tujuan finansial lebih dari 5 tahun maka emas dapat menjadi pilihan Anda. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan pensiun Anda atau menunaikan ibadah haji misalnya.

Asumsinya, ketika tahun 2006, biaya perjalanan haji membutuhkan kurang lebih 300 gram emas. Sementara pada tahun 2009/2010, maka biaya ONH hanya membutuhkan kurang lebih 100 gram emas.

Kalaulah perkembangan harga emas masih mengikuti alur seperti ini, maka diramalkan pada 10 tahun ke depan, ongkos naik haji hanya membutuhkan kurang lebih 30-40 gram saja.Karena itulah, mulai tahun ini saya memutuskan untuk mengkonversi aset ke dalam emas dengan harapan seperti tadi.

Harapan akan harga yang stabil, tahan inflasi bahkan mungkin cenderung akan terus naik. Permasalahan yang muncul kemudian adalah prosedur penyimpanan emas itu sendiri.

Setiap orang tahu emas adalah barang berharga yang rentan akan pencurian dan pemerasan.

Faktor keamanan menjadi masalah yang harus dipecahkan solusinya.Setelah bertanya ke sana kemari akhirnya saya memutuskan untuk memilih menggadaikan emas yang saya miliki di salah satu bank syariah demi alasan keamanan dan kenyamanan.

Dengan menggadaikan emas yang dimiliki, maka kita akan mendapat 80-85% dikali nilai taksiran dari nilai keseluruhan emas kita. Adapun biaya penyimpanannya pun relatif murah, hanya Rp.3750/gram/bulan.

Kita anggap itu sebagai biaya keamanan per bulan untuk aset kita.Jika sekiranya kita tidak mampu melunasi kembali emas kita, maka emas tersebut akan dilelang. Uniknya, di gadai syariah ini, hasil pelelangan hanya dibayarkan pada nilai akad awal gadai saja.
Apabila ada sisanya, maka sisa tersebut akan dikembalikan kepada kita.

Sebagai contoh: Kita menggadaikan emas sebanyak 10 gram. Setelah ditaksir dan dihitung, jatuhnya misalnya kita dapat Rp. 3.000.000. Ini jumlah yang disepakati pada akad awal.

Setelah berbulan-bulan kita tidak bisa melunasinya, dan kita putuskan untuk melelangnya, didapatlah harga misalnya Rp. 3.800.000 (asumsi harga emas naik), maka yang sisa 800.000 akan dikembalikan kepada kita, dan pihak bank hanya mengambil jumlah sesuai kesepakatan awal.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik untuk menggadaikan emas Anda?

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *