Bagaimana Cara Membeli Saham

Bagaimana Cara Membeli Saham?
Berinvestasi dengan membeli emas, tanah, atau deposito mungkin sudah sering dengar dan banyak diantara kita sudah tahu caranya. Salah satu instrumen investasi yang sering kita dengar juga adalah saham. Tetapi kebanyakan kita sama seperti saya 3 tahun yang lalu, kepengen beli tapi tidak tahu bagaimana dan dimana bisa membeli saham.

 

Saham adalah sertifikat bukti kepemilikian sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan raksasa biasanya pemiliknya tidak hanya satu orang tetapi bisa sampai ribuan orang. Dengan memiliki saham berarti Anda ikut ambil bagian dalam kepemilikan perusahaan itu. Memiliki saham juga berarti Anda berhak mendapatkan dividen dan mengikuti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

 

Anda tidak bisa datang ke kantor Telkom untuk membeli saham Telkom, orang-orang di sana akan bingung bahkan Anda malah diketawain. Membeli saham bisa dilakukan saat perusahaan itu melakukan IPO (Initial Public Offering) atau membeli dari bursa saham. Membeli saham yang umum dilakukan adalah melalui bursa saham. Analoginya, ibarat anda membeli rumah. Membeli saat perusahaan melakukan IPO adalah Anda membeli rumah saat di launching oleh developer, Anda membeli dari developernya langsung. Sedangkan membeli dari bursa saham adalah Anda datang ke Ray White atau L.J. Hooker untuk beli rumah dari tangan kedua. Jadi saham yang dibeli di bursa saham semuanya adalah saham bekas alias dari tangan kedua. Tapi untungnya saham bukan seperti ponsel atau mobil, jadi sama saja kualitasnya baik barang bekas maupun barang baru.

 

Tulisan ini akan membahas cara membeli (dan menjual) saham yang dilakukan di bursa saham, dalam hal ini bursa saham yang ada di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa saham sama seperti bursa mobil atau Forum Jual-Beli di KasKus, di situ ada banyak orang mencari saham dan menjual saham.

 

Perusahaan yang sahamnya sudah diperdagangkan di bursa, yang menentukan harga saham adalah kekuatan jual-beli yang terjadi di pasar/bursa, bukan perusahaannya. Perusahaan yang baik akan dicari orang. Barang makin dicari, harganya pun di bursa akan makin tinggi. Sedangkan perusahaan yang kurang diminati harganya akan cenderung stagnan bahkan turun.

 

Anda juga tidak bisa datang langsung ke Bursa Efek Indonesia untuk membeli saham. Yang bisa bertransaksi di BEI adalah perusahaan sekuritas yang sudah menjadi Anggota Bursa di BEI. Nah Anda harus menjadi nasabah sebuah sekuritas untuk ikut bertransaksi di BEI. Sekuritas inilah yang menjadi perantara Anda dengan BEI dan meneruskan order Anda ke BEI.

 

Untuk membuka rekening di sebuah sekuritas, sama seperti membuka rekening di Bank. Anda lampirkan KTP, mengisi form pembukaan rekening dan menyetorkan uang deposit awal. Sekuritas mengambil keuntungan dari komisi transaksi Anda di Bursa Efek Indonesia. Biasa nya sekitar 0.1% sampai 0.4% dari nilai transaksi Anda. Lalu untuk deposit awalnya mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta. Ada lebih dari 100 sekuritas di Indonesia. Ada Sekuritas yang hanya melayani order Anda melalui telepon tetapi ada juga yang sudah bisa melayani order Anda secara online. Saya sangat sarankan bagi Anda yang sudah melek teknologi (bisa membaca blog ini berarti sudah melek teknologi) untuk menggunakan Sekuritas yang sudah bisa melayani order Anda secara online.

 

Tulisan saya selanjutnya akan membahas mengenai aturan-aturan dasar di Bursa Efek Indonesia. Saya akan menerangkan apa itu IHSG, Bid/Ask (Offer), Kode Saham, Batasan Auto-Reject, Short Selling, Margin, dll.

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *