Index Saham Archive

Bagaimana Cara Membeli Saham

Bagaimana Cara Membeli Saham?
Berinvestasi dengan membeli emas, tanah, atau deposito mungkin sudah sering dengar dan banyak diantara kita sudah tahu caranya. Salah satu instrumen investasi yang sering kita dengar juga adalah saham. Tetapi kebanyakan kita sama seperti saya 3 tahun yang lalu, kepengen beli tapi tidak tahu bagaimana dan dimana bisa membeli saham.

 

Saham adalah sertifikat bukti kepemilikian sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan raksasa biasanya pemiliknya tidak hanya satu orang tetapi bisa sampai ribuan orang. Dengan memiliki saham berarti Anda ikut ambil bagian dalam kepemilikan perusahaan itu. Memiliki saham juga berarti Anda berhak mendapatkan dividen dan mengikuti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

 

Anda tidak bisa datang ke kantor Telkom untuk membeli saham Telkom, orang-orang di sana akan bingung bahkan Anda malah diketawain. Membeli saham bisa dilakukan saat perusahaan itu melakukan IPO (Initial Public Offering) atau membeli dari bursa saham. Membeli saham yang umum dilakukan adalah melalui bursa saham. Analoginya, ibarat anda membeli rumah. Membeli saat perusahaan melakukan IPO adalah Anda membeli rumah saat di launching oleh developer, Anda membeli dari developernya langsung. Sedangkan membeli dari bursa saham adalah Anda datang ke Ray White atau L.J. Hooker untuk beli rumah dari tangan kedua. Jadi saham yang dibeli di bursa saham semuanya adalah saham bekas alias dari tangan kedua. Tapi untungnya saham bukan seperti ponsel atau mobil, jadi sama saja kualitasnya baik barang bekas maupun barang baru.

 

Tulisan ini akan membahas cara membeli (dan menjual) saham yang dilakukan di bursa saham, dalam hal ini bursa saham yang ada di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa saham sama seperti bursa mobil atau Forum Jual-Beli di KasKus, di situ ada banyak orang mencari saham dan menjual saham.

 

Perusahaan yang sahamnya sudah diperdagangkan di bursa, yang menentukan harga saham adalah kekuatan jual-beli yang terjadi di pasar/bursa, bukan perusahaannya. Perusahaan yang baik akan dicari orang. Barang makin dicari, harganya pun di bursa akan makin tinggi. Sedangkan perusahaan yang kurang diminati harganya akan cenderung stagnan bahkan turun.

 

Anda juga tidak bisa datang langsung ke Bursa Efek Indonesia untuk membeli saham. Yang bisa bertransaksi di BEI adalah perusahaan sekuritas yang sudah menjadi Anggota Bursa di BEI. Nah Anda harus menjadi nasabah sebuah sekuritas untuk ikut bertransaksi di BEI. Sekuritas inilah yang menjadi perantara Anda dengan BEI dan meneruskan order Anda ke BEI.

 

Untuk membuka rekening di sebuah sekuritas, sama seperti membuka rekening di Bank. Anda lampirkan KTP, mengisi form pembukaan rekening dan menyetorkan uang deposit awal. Sekuritas mengambil keuntungan dari komisi transaksi Anda di Bursa Efek Indonesia. Biasa nya sekitar 0.1% sampai 0.4% dari nilai transaksi Anda. Lalu untuk deposit awalnya mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta. Ada lebih dari 100 sekuritas di Indonesia. Ada Sekuritas yang hanya melayani order Anda melalui telepon tetapi ada juga yang sudah bisa melayani order Anda secara online. Saya sangat sarankan bagi Anda yang sudah melek teknologi (bisa membaca blog ini berarti sudah melek teknologi) untuk menggunakan Sekuritas yang sudah bisa melayani order Anda secara online.

 

Tulisan saya selanjutnya akan membahas mengenai aturan-aturan dasar di Bursa Efek Indonesia. Saya akan menerangkan apa itu IHSG, Bid/Ask (Offer), Kode Saham, Batasan Auto-Reject, Short Selling, Margin, dll.

Memilih Souvenir Pernikahan Unik dan Murah

Pada salah satu postingan tentangpentingnya menentukan tujuan investasi, sempat disebutkan bahwa salah satu tujuan jangka pendek adalah biaya untukpernikahan. Menikah merupakan salah satu tujuan hidup yang biayanya harus kita persiapkan sedini mungkin.

Pernikahan bukan hanya sebatas acara ijab kabul saja, akan tetapi banyak hal-hal yang harus dipersiapkan baik yang sifatnya primer maupun hal-hal yang bersifat penunjang. Diantara hal yang terkadang lupa untuk dipersiapkan dalam acara pernikahan adalah souvenir pernikahan.

Souvenir pernikahan tidak hanya berfungsi sebagai kenangan saja, tetapi juga menunjukkan ungkapan rasa terima kasih dari pasangan pengantin atas doa restu yang diberikan oleh para tamu undangan.Sebagian besar orang menganggap souvenir bukanlah sesuatu yang urgen, karena harganya yang tidak seberapa.

Tetapi di balik semua itu, souvenir pernikahan unik akan memberikan kesan lebih bagi para tamu undangan. Untuk menjaga agar souvenir pernikahan unik ini tidak hanya diambil kemudian dibuang, tentunya aspek artistik dan bahan yang digunakan perlu juga diperhatikan.

Bukan hanya sekedar berfungsi sebagai tanda mata bagi para tamu, tetapi juga bisa menanamkan kesan yang lama akan momen pernikahan si pasangan pengantin. Kombinasi antara keindahan dan ketahanan bahan yang digunakan akan menjadikan souvenir pernikahan menjadi sesuatu yang berharga meskipun harganya tidaklah seberapa.

Kebetulan awal bulan nanti salah satu anggota keluarga akan menikah. Untuk mencari souvenir pernikahan yang unik, saya mencoba mencari referensi dari internet. Dan akhirnya saya temukan penyedia jasa layanan pembuatan souvenir pernikahan yang lain dari yang lain.

Di sini kita bisa memilih aneka souvenir pernikahan murah dan unik, seperti sabun transparan unik denga logo atau foto di dalamnya, kipas undangan unik, hiasan kupu-kupu yang cantik dan produk lainnya. Kita tinggal mengunduh katalog produk yang telah disedikan untuk memilih-milih souvenir mana yang akan kita pesan.

Nah bagi Anda yang akan menikah, memilih souvenir secara selektif tentunya suatu pilihan yang bijaksana. Dengan souvenir yang unik, pernikahan Anda akan menjadi acara yang berkesan bagi para tamu undangan yang menghadiri salah satu momen berharga dalam kehidupan Anda.

IHSG Ditutup di Level 2900 Untuk Pertama Kali dalam Sejarah

Berikut ini info terbaru seputar perkembangan IHSG yang dilansir DetikFinance:Cetak Rekor Baru, IHSG Genggam 2.900Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menutup perdagangan di atas level 2.900 setelah 2 kali gagal pada pekan kemarin.

Kenaikan ditopang oleh penguatan saham unggulan hampir di semua sektor.IHSG dibuka naik tipis ke level 2.885,116 dan langsung menguat tajam ke level 2.913,718, naik 28 poin dari penutupan kemarin di level 2.885,015.

Penguatan tajam IHSG di awal perdagangan dipicu oleh aksi pembelian masif atas hampir seluruh saham-saham unggulan. Namun penguatan tak bertahan lama, aksi jual selektif membuat laju kenaikan IHSG mengendur dan kembali nyemplung ke bawah level 2.900.Pada perdagangan sesi II, IHSG sempat kembali menembus level 2.900, namun daya beli yang ada tak cukup kuat untuk mempertahankan level IHSG.Aksi jual selektif kembali mendera saham-saham unggulan dan kebanyakan saham-saham lapis dua yang sudah mengalami kenaikan cukup tinggi selama beberapa waktu terakhir.

Sejumlah saham unggulan yang bergerak di zona merah didominasi saham-saham sektor perkebunan dan perbankan seperti :

  • Astra Agro (AALI),
  • Lonsum (LSIP),
  • Sampoerna Agro (SGRO),
  • BRI (BBRI), BCA (BBCA).

Sedangkan yang menguasai zona hijau adalah saham-saham sektor tambang dan konsumsi seperti:

  • Indo Tambang (ITMG),
  • Inco (INCO),
  • Gudang Garam (GGRM),
  • Unilever (UNVR),
  • Semen Gresik (SMGR) dan sebagainya.

Saham-saham lapis dua mulai banyak menerima tekanan jual, sehingga ikut memberikan tekanan pada IHSG.

Hal itu terlihat dari rasio kenaikan indeks LQ45 yang lebih besar dari kenaikan IHSG.Pada perdagangan 6 dan 7 April 2010, IHSG juga sempat menembus level 2.900, namun akhirnya ditutup di bawah level 2.900. Untungnya, hari ini IHSG berhasil ditutup di atas level 2.900 yang berarti IHSG berhasil mencetak rekor baru.Aktivitas investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,526 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,353 triliun.

Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 173,283 miliar.Pada perdagangan Kamis (15/4/2010), IHSG ditutup naik 15,515 poin (0,53%) ke level 2.900,530. Indeks LQ 45 juga naik 3,500 poin (0,62%) ke level 562,474.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 148.652 kali pada volume 6,518 miliar lembar saham senilai Rp 5,337 triliun.

Sebanyak 119 saham naik, 94 saham turun dan 90 saham stagnan.Bursa-bursa Asia didominasi penguatan.

  •  Indeks Shanghai turun 1,217 poin (0,04%) ke level 3.164,96.
  • Indeks Hang Seng naik 36,39 poin (0,16%) ke level 22.157,82.
  • Indeks Nikkei-225 naik 68,89 poin (0,61%) ke level 11.273,79.
  • Indeks Straits Times turun 2,18 poin (0,07%) ke 3.017,56.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain:

  • Merck (MERK) naik Rp 1.500 ke Rp 74.500,
  • Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.200 ke Rp 39.250,
  • Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 28.300,
  • United Tractors (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 19.200,
  • Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 12.600.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain

  • Hero Supermarket (HERO) turun Rp 500 ke Rp 5.500,
  • BRI (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 8.200,
  • Indospring (INDS) turun Rp 250 ke Rp 2.800,
  • Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 24.200,
  • Goodyear (GDYR) turun Rp 100 ke Rp 13.900.
    8

 

Investasi: Antara Gula dan Semut

Berikut ini ada postingan salah seorang kontributor Finance Indonesia yang mudah-mudahan ada manfaatnya bagi siapa saja yang ingin belajar investasi:

“Ada Gula Investasi Ada Semut Investasi” oleh Socrates Rudy Sirait.

Setelah IHSG menciptakan rekor tertinggi di minggu lalu maka perhatian pelaku pasar di tingkat global makin tertuju ke Indonesia. Seperti kata peribahasa “ada gula ada semut” demikianlah yang tengah terjadi di pasar keuangan Indonesia.

Gula berbentuk capital gain dan potensi pertumbuhan yang tinggi telah menarik perhatian para semut investasi dari berbagai penjuru dunia. Ada berbagai faktor yang membuat Indonesia menjadi gula yang menjanjikan saat ini.

Pertama adalah pertumbuhan ekonomi yang baik didukung dengan nilai tukar Rupiah yang relatif stabil dan rendahnya tingkat inflasi saat ini.

Kedua adalah situasi politik dalam negeri yang relatif jauh lebih stabil dibanding Thailand. Ini juga faktor yang menentukan mengingat Thailand memiliki pasar obligasi yang jauh lebih besar ketimbang Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Situasi politik Thailand telah meningkatkan risiko investasi dan membuat pilihan investasi portfolio ke Indonesia jauh lebih aman dan menarik.

Ketiga, opsi yang tersedia di tingkat global masih belum banyak berubah. Uni Eropa masih berkutat dengan persoalan di beberapa negara anggotanya.

Euro masih mengalami pelemahan nilai tukar. Begitu pula di US situasinya belum berubah masih dalam kondisi kritikal. BRIC dan I (Indonesia) masih merupakan pilihan terbaik untuk melakukan investasi.

Dari sini ada dua hal yang menjadi pertanyaan dan bahan pertimbangan kita bersama:
Apakah benar US masih dalam krisis ekonomi – bukankah pasar saham di Wall Street telah mengarah ke “bullish market”? Jika masih dalam krisis ekonomi, kemungkinan apakah yang mungkin terjadi dalam tiga bulan ke depan (akhir Q2/10)?

Bagaimana dengan IHSG dalam 3 bulan mendatang (akhir Q2/10)? Apakah IHSG akan mendekati 3000 atau bertahan di level saat ini? Apa yang akan terjadi bila terjadi tekanan baru di pasar keuangan US maupun global?Temukan jawabannya di sini!

Belajar Investasi dengan Gadai Emas Syariah

Pada postingan beberapa waktu lalu, saya sempat membahas mengenaibelajar investasiemas dan mengenal produk MULIA dari pegadaian syariah.Kemarin, saya pergi ke pegadaian syariah untuk mengambil emas batangan yang sudah saya pesan kurang lebih satu bulan yang lalu.

Setelah menandatangani berita acara penyerahan barang, saya pun menerima emas batangan yang saya idam-idamkan selama ini. Alhamdulillah, akhirnya terlaksana juga cita-cita untuk mulai belajar investasi emas.

Ada yang menyebutkan bahwa harga emas akan selalu stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang. Untuk tujuan finansial lebih dari 5 tahun maka emas dapat menjadi pilihan Anda. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan pensiun Anda atau menunaikan ibadah haji misalnya.

Asumsinya, ketika tahun 2006, biaya perjalanan haji membutuhkan kurang lebih 300 gram emas. Sementara pada tahun 2009/2010, maka biaya ONH hanya membutuhkan kurang lebih 100 gram emas.

Kalaulah perkembangan harga emas masih mengikuti alur seperti ini, maka diramalkan pada 10 tahun ke depan, ongkos naik haji hanya membutuhkan kurang lebih 30-40 gram saja.Karena itulah, mulai tahun ini saya memutuskan untuk mengkonversi aset ke dalam emas dengan harapan seperti tadi.

Harapan akan harga yang stabil, tahan inflasi bahkan mungkin cenderung akan terus naik. Permasalahan yang muncul kemudian adalah prosedur penyimpanan emas itu sendiri.

Setiap orang tahu emas adalah barang berharga yang rentan akan pencurian dan pemerasan.

Faktor keamanan menjadi masalah yang harus dipecahkan solusinya.Setelah bertanya ke sana kemari akhirnya saya memutuskan untuk memilih menggadaikan emas yang saya miliki di salah satu bank syariah demi alasan keamanan dan kenyamanan.

Dengan menggadaikan emas yang dimiliki, maka kita akan mendapat 80-85% dikali nilai taksiran dari nilai keseluruhan emas kita. Adapun biaya penyimpanannya pun relatif murah, hanya Rp.3750/gram/bulan.

Kita anggap itu sebagai biaya keamanan per bulan untuk aset kita.Jika sekiranya kita tidak mampu melunasi kembali emas kita, maka emas tersebut akan dilelang. Uniknya, di gadai syariah ini, hasil pelelangan hanya dibayarkan pada nilai akad awal gadai saja.
Apabila ada sisanya, maka sisa tersebut akan dikembalikan kepada kita.

Sebagai contoh: Kita menggadaikan emas sebanyak 10 gram. Setelah ditaksir dan dihitung, jatuhnya misalnya kita dapat Rp. 3.000.000. Ini jumlah yang disepakati pada akad awal.

Setelah berbulan-bulan kita tidak bisa melunasinya, dan kita putuskan untuk melelangnya, didapatlah harga misalnya Rp. 3.800.000 (asumsi harga emas naik), maka yang sisa 800.000 akan dikembalikan kepada kita, dan pihak bank hanya mengambil jumlah sesuai kesepakatan awal.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik untuk menggadaikan emas Anda?

Mengenal Dow Theory

Setelah hampir seminggu tidak posting karena alasan kesibukan membuat soal ujian di madrasah, hari ini artikel dari ER kembali hadir. Kali ini beliau akan memaparkan Dow Theory.

Tidak ada yang secara pasti dapat menentukan harga akan bergerak kemana. Akan tetapi berdasarkan ilmu-ilmu yang ada dan secara psikologis kita dapat memperkirakan harga kemungkinan akan bergerak kemana. Untuk itulah diadakan “kursus kilat” untuk memperoleh “dasar-dasar” ilmu tersebut.

TA dan FA hanya 15%. Dan 85% adalah psikologis. Jawaban di postingan hampir semuanya mengatakan akan turun dan tidak satupun misalnya mendasarkan kepada candlesticks atau indikator-indikator tertentu. Kesimpulannya disini secara psikologis “fear” atau kecemasan lebih dominan.

Akan tetapi semuanya itu direfleksikan dalam bentuk price chart dimana semua indikator juga menunjukkan bahwa harga kemungkinan turun. Kekhawatiran kita akan tercermin didalam price chart atau index. Teori DOW mengatakan bahwa price discount everything.

Teori dasar pertama dari teori Dow menunjukkan bahwa semua informasi – masa lalu, sekarang dan bahkan masa depan – didiskontokan/direfleksikan ke pasar dan tercermin dalam harga saham dan indeks.

Informasi yang mencakup segala sesuatu mulai dari emosi investor, inflasi, data suku bunga data, kinerja perusahaan yang belum diumumkan.

Berdasarkan prinsip ini, satu-satunya informasi yang dikecualikan adalah sesuatu yang tidak dapat diketahui, seperti gempa bumi yang dahsyat.Tetapi kemudian risiko peristiwa semacam direfleksikan juga ke pasar.

Ketakutan terhadap “Dubai Effect” juga direfleksikan ke pasar, terbukti bahwa DOW juga jatuh. Berapa lama akan jatuhnya? Apakah akan berkepanjangan atau tidak, tak seorangpun akan tahu. Karena mungkin saja masih ada hal-hal yang tersembunyi yang belum muncul ke permukaan dan belum dirfelksikan oleh pasar seperti halnya pernah terjadi pada krisis di Amerika.

Kecenderungan (tapi manusiawi) pertanyaan berisi pertanyaan tentang sahamnya masing-masing. Akan tetapi harga hampir semua saham biasanya mengikuti Big Picture (Index/IHSG).

Kalau Big Picture naik, maka saham-saham ikut naik, kalau turun ikut turun Misalnya saham ELTY dan DEWA tidak akan mempengaruhi Big Picture akan tetapi gerakan Big Picture bisa menyeret ELTY maupun DEWA.

IHSG = Saham Bakrie, Fantastis!!

Tadi pagi pas buka IPOT online, karena selama ini saya memang pengguna software trading dari IPOT, saya langsung kaget ketika IHSG hanya dalam 30 menit saja mengalami penurunan yang sangat tajam. Minus lebih dari 100 poin atau lebih dari 5%, dari pembukaan di 2354 sampai menyentuh level terendah di 2235.

Karena itu saya langsung tutup monitor, takut stress dibuatnya. Kurang lebih setengah jam yang lalu, saya iseng coba buka IPOT lagi, ternyata …Fantastis! Bayangkan dari level terendah di 2235, IHSG berhasil rebound dengan tajam hingga ditutup hanya minus 10 saja dari harga pembukaan. Apakah ini membuktikan bahwa para investor sudah mulai mengoleksi lagi saham-sahamnya terutama saham-saham Bakrie Group.

IHSG hari ini berbanding lurus dengan pergerakan saham-saham Bakrie. Seperti pada postingan kemarin dan dua hari yang lalu, saham-saham Bakrie berpengaruh besar pada kinerja indeks minggu-minggu ini. Terbukti dengan tercantumnya 7 saham Bakrie (Bakrie 7) dalam 10 besar top volume perdagangan hari ini.

Saham-saham Bakrie yang dimaksud (sesuai urutan top volume) adalah:

  • (1) BNBR;
  • (2) BUMI;
  • (3) ENRG;
  • (4) ELTY;
  • (6) DEWA;
  • (7) BTEL dan (10)
  • UNSP.

Pergerakan harga saham-saham Bakrie hari ini pun sangat liar. Bayangkan saja saham BUMI yang dibuka pada harga 2275, sempat anjlok ke 2150 sebelum ditutup di 2475.

Rentang High-Low sekitar 15%. Saham-saham Bakrie lain juga mengalami hal yang sama. Yang paling fantastis adalah saham ENRG yang berhasil rebound dari 205 ke 270, atau range-nya sekitar 32% dalam sehari.

BNBR terendah di 87, high di 101 (range: 16,09%); ELTY High-Low=280-245 (14,29%); BTEL range-nya 99-116 (17,17%); DEWA di 137-174 (27,01%) dan UNSP di kisaran 620-710 (14,10%).

Ini membuktikan bahwa kalau ada panic selling biasanya diikuti juga dengan aksi panic buying juga. Saham-saham yang sudah dianggap sudah terdiskon cukup dalam mulai diborong lagi.

So, salah satu kunci sukses trading dan investasi saham di atas berbagai analisis adalah sabar. Hal ini juga yang sangat sulit untuk diaplikasikan dalam trading kita selama ini. Salam

IHSG Outlook Minggu Ini

Pada postingan kali ini saya kutipkan tulisan dari ANDRI ZAKARIAS SIREGAR, seorang analis market global, mengenai prediksi IHSG untuk minggu ini: “IHSG Mulai Memasuki Fase Konsolidasi Sebelum Lanjutkan Uptrend Weekly Market Report & Outlook Market Review Trend” kenaikan harga komoditas global (harga minyak capai level tertinggi US$ 78/barel; emas capai rekor tertinggi US$ 1.072/troy ons) dan rilisan earning triwulan 3 korporat AS yang positif (JP Morgan, Goldman Sachs, Citigroup, Intel Corp), membantu angkat sentimen diantara investor domestik dan asing di pasar saham Indonesia pekan lalu.

Diikuti trend penguatan rupiah terhadap dolar ke level tertinggi sejak Maret 2008 hingga menyentuh level Rp 9.290 pada pekan lalu, ikut meningkatkan aliran dana masuk ke BEI.

Sementara aksi korporasi ITMG yang akan membagikan dividen interim sebesar Rp 678/saham (Cum Date 21 Oktober), langkah PTBA yang menandatangani MoU dengan PT KAI untuk pengangkutan batubara tahun depan, serta pemerintah menurunkan royalti batubara kualitas rendah dari 13,5% menjadi 7,5%-9%, turut topang kinerja saham komoditas.

Antisipasi pembentukan kabinet baru di akhir pekan dan pelantikan Presiden & Wapres pada 21 Oktober ikut support IHSG.IHSG menguat 41.405 poin (+1.67%) pekan lalu, ditutup di 2,515.806. Hari Jumat (16/10) IHSG 0.423 poin (+0.02%) menjadi 2,515.806.

Investor asing bukukan net buy Rp 1.253 triliun, dibandingkan net sell Rp 1.53 triliun di pekan (09/10).Indeks saham Asia mengalami kenaikan untuk pekan ke-2, dipimpin oleh saham perusahaan minyak dan industri baja, karena harga minyak mencapai level tertinggi 14 bulan, brokerage meningkatkan rating investasi mereka dan laporan ekonomi menunjukkan kepada sebuah pemulihan. Indeks MSCI Asia Pasific menguat 0.7% menjadi 119.60 di pekan ini, dimana telah menguat 69% dari level terendah 5-tahun pada 9 Maret.

Indeks Shanghai melonjak setelah laporan ekspor China membaik di bulan Agustus, Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1.8% karena indeks sentimen konsumen meningkat, indeks Nikkei 225 Jepang menguat berkat penurunan harga produsen, indeks HSI naik 2%.IHSG OutlookIHSG diperkirakan masih dapat melanjutkan trend kenaikan jangka pendek dan jangka menengah, berkat isu positif dari perkiraan komposisi kabinet Indonesia Bersatu 2 yang diumumkan di akhir pekan, menunjukkan posisi menteri strategis masih diisi orang-orang lama (Menkeu; Sri Mulyani; Menperindag: Mari Pangestu), sesuai dengan prediksi pasar, diikuti kejutan Menko Perekonomian akan diisi Hatta Rajasa, seharusnya dapat meningkatkan sentimen positif diantara investor saham.

Sementara trend kenaikan harga komoditas, dimana harga minyak telah capai tertinggi 14 bulan di $ 78.55/barel (berkat anjloknya inventory gasolin AS -5.43 juta barel pekan lalu; target US$ 80 jika breakout target akhir tahun di US$ 90/barel), emas capai rekor tertinggi US$ 1.072/troy ons di pekan lalu (spekulasi inflasi global; target US$ 1.113/1.200 di akhir tahun), nikel meningkat hingga US$ 18.750/ton (target US$ 21.500/ton), CPO meningkat ke Myr 2.200 (target Myr 2.400 di akhir tahun),diikuti aksi korporasi ITMG yang akan membagikan dividen interim sebesar Rp 678/saham (Cum Date 21 Oktober), langkah PTBA yang menandatangani MoU dengan PT KAI untuk pengangkutan batubara tahun depan, serta pemerintah menurunkan royalti batubara kualitas rendah dari 13,5% menjadi 7,5%-9% da membatasi ekspor menjadi sebesar 150juta ton/tahun, seharusnya masih dapat angkat harga saham komoditas domestik pekan ini.

Albasia: Investasi di Bumi selain Saham BUMI

Sudah lama saya tidak menulis tentang investasi dancara belajar investasi. Akhir-akhir ini memang sedang marak alternatif investasi selain instrumen pasar modal seperti investasi saham, reksadana dan efek lainnya.

Salah satunya adalah investasi properti dan emas. Apalagi emas dan tanah sangat kuat melawan inflasi.Ada pepatah yang mengatakan, “the best investment in the earth is earth itself”. Investasi terbaik di muka bumi adalah investasi di bumi itu sendiri.

Tentunya bukan saham BUMI yang sedang ramai dibicarakan dan selalu menjadi rumorbaik di kalangan investor, trader, para fund manager maupun broker. Saham BUMI memang menggiurkan untuk dikoleksi, tapi juga sekaligus bisa membangkrutkan. Tentunya siapapun masih ingat bahwa saham BUMI yang tahun 2003 (?) harganya masih Rp. 20, pada tahun 2008 kemarin sempat menyentuh harga Rp. 8750. Artinya, siapapun yang sempat membeli di tahun 2003 di harga 20, maka pada tahun 2008 lalu, asetnya tumbuh lebih dari 400 kali lipat.

Maka tak heran apabila Aburizal Bakrie yang baru saja terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar(selaku bos dari Bakrie and Brothers; BNBR) sempat menjadi orang terkaya di negeri ini karena beliau memiliki BUMI sejak tahun 2003.

Namun saham BUMI pula yang sempat membuat investor dan trader frustrasi ketika harganya terjun bebas hingga 380an di tahun 2008. Sekarang, BUMI pun membuat langkah fenomenal, karena dalam waktu kurang lebih 1 tahun harganya kembali ke 3000an.

Itulah cerita tentang saham BUMI.Yang ingin diceritakan di postingan ini adalah bumi yang sedang kita pijak, bukan saham BUMI yang selalu hangat dalam rumor saham.

Minggu lalu, saya mencoba belajar investasi di saham ALBA(emang ada?:-))Yang dimaksud adalah investasi kayu Albasia.Nama lain kayu albasia adalah sengon. Dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai–petaian.

Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut: jeunjing, jeunjing laut, jengjen (Sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa). Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)Albasia saya anggap investasi yang juga memiliki potensi profit melebihi saham BUMI.

Bayangkan saja, harga per batang benih albasia siap tanam hanya sekitar 1000 perak. Kemarin kita beli 500 batang. Total modal awal: 500.000 setara dengan 1/3 lot saham BUMI, atau 5 lot saham DEWA(temannya BUMI). Waktu panen ideal adalah lima tahun yang akan datang dengan rata-rata harga jual per batang pohon 500-600 ribu-an.

Jadi kalau kita menanam 500 pohon dan ditebang semuanya, maka omzet kita adalah 250 juta, sekitar 500 kali lipat dari modal awal. Anggaplah 50% dari laba kita bayarkan sebagai beban pemeliharaan, walhasil keuntungan yang diraup sekitar 125 juta bersih, ini pun masih 250 kali lipat dari modal awal. Wow!Tapi yang namanya investasi selalu mengandung risiko.

Risiko terbesar dari budidaya kayu albasia adalah bencana alam dan gagal panen. Tentunya kita harus bekerja keras dengan energi kita untuk selalu meminimalisir risiko, supaya profit kita menjadi optimal…Semoga.Untuk yang penasaran dengan panduan teknis budidaya sengonsilakan diunduhdi sini!