Global Bond adalah kewajiban internasional yang diterbitkan oleh suatu negara dalam bentuk pertukaran (mata uang). Global Bond tidak mengikat, sebagai pinjaman resmi, berbeda dari utang publik negara-negara donor. Artinya, tunjangan penggunaan tidak perlu ditentukan dari awal.
Kewajiban dinegosiasikan di luar negeri yang menerbitkan kewajiban global. Misalnya, beberapa disebut kewajiban euro, yaitu obligasi global yang diterbitkan oleh perusahaan di luar Eropa, kemudian dijual di Eropa. Sebagai kewajiban, ada minat dan periode yang ditentukan untuk pembayaran kewajiban keseluruhan.
Ikatan Global di Indonesia
Salah satu sumber dana dari suatu negara adalah pasar modal internasional. Indonesia termasuk dalam suatu negara yang menggunakan opsi ini. Pada paruh pertama 2020, pemerintah Indonesia menerbitkan 3 kali kewajiban global dalam bentuk gelar nasional tradisional dan global Sukuk (SBN). Jumlahnya mencapai 9,9 miliar USD.
Ini bukan saat ini kali ini, pendanaan asing dalam bentuk kewajiban internasional dilakukan oleh Indonesia pada tahun 1996. Pada saat itu, nilainya sekitar US $ 400 juta dengan suatu periode. 10 tahun. Pemerintah juga telah mengeluarkan kembali kewajiban global pada tahun 2004 dan 2006 untuk merangsang perekonomian negara setelah dipengaruhi oleh krisis.
Pada tahun 2020 ini, total kewajiban global yang diterbitkan oleh pemerintah adalah US $ 4,3 miliar. Tenor dari setiap seri berlalu bervariasi, mulai dari 10,5 tahun, 30,5 tahun dan 50 tahun. Kejang semester kedua, masih ada rencana penerbitan obligasi global, bahkan jika waktu implementasi belum ditentukan.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa investor yang membeli obligasi global tahun ini didominasi oleh manajer aset investor di Amerika Serikat. Selain itu, ada lembaga asuransi dan dana pensiun yang berpartisipasi dalam menyelesaikannya.
Fungsi Obligasi Global
Penerbitan kewajiban internasional tentu saja bukan tujuan, khususnya dengan nilai besar. Beberapa fungsi akan dirasakan oleh negara yang menerbitkan kewajiban global, antara lain:
Membiayai APBN.
Indonesia harus mengembangkan anggaran dan pengeluaran negara setiap tahun (APBN). Ini adalah rencana keuangan yang berisi rencana pendapatan dan pengeluaran yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sumber pendanaan APBN dapat datang dengan cara domestik, seperti pajak dan luar negeri, seperti masalah kewajiban internasional.
Tutup defisit
Fungsi selanjutnya adalah untuk menutupi defisit yang terjadi di suatu negara. Terjadinya krisis karena kondisi tertentu sering menyebabkan rencana keuangan tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Karena pengeluaran lebih tinggi daripada yang ditentukan pada awalnya, defisit terjadi. Untuk menutup defisit, negara dapat mempublikasikan dan menjual kewajiban global.
Memperkuat cadangan devisa
Situasi yang tidak pasti tentu membuat banyak orang. Ini terjadi sepanjang tahun 2020 karena pandemi CVIV-19. Semuanya bisa terjadi di luar rencana awal. Untuk mengantisipasi ini, negara harus menyiapkan cadangan devisa yang kuat karena nilai rupiah terus menurun.
Pengakuan di sisi internasional
Fungsi global dari kewajiban global tidak juga sebagai surat utang, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan de facto untuk suatu negara yang dianggap berhasil dalam mengelola kebijakan keuangan dan perspektif ekonomi yang tinggi. Karena semua negara tidak memiliki akses ke pasar modal internasional.
Ini semakin dikonfirmasi karena utang pemerintah yang dikeluarkan untuk mengejutkan (permintaan berlebih). Kondisi ini merupakan referensi bagi investor asing terhadap makro stabilitas ekonomi Indonesia.
Diversifikasi sumber pendanaan
Global Bond adalah bentuk diversifikasi sumber pendanaan. Tidak seperti pinjaman luar negeri, penerbit obligasi internasional tidak terikat oleh berbagai pembeli obligasi. Bagian publikasi ini memiliki posisi negosiasi yang mencakup kuat

ini dikatakan oleh direktur indosterling sean william henley

Meskipun memiliki sejumlah manfaat, global bond juga memiliki risiko yang tidak kecil. Saat jatuh tempo, pemerintah atau entitas yang menerbitkannya harus mempersiapkan dana untuk membayarnya kembali. Kewajiban ini tak jauh berbeda dengan pinjaman komersial pada umumnya.