IHSG Outlook Minggu Ini

Pada postingan kali ini saya kutipkan tulisan dari ANDRI ZAKARIAS SIREGAR, seorang analis market global, mengenai prediksi IHSG untuk minggu ini: “IHSG Mulai Memasuki Fase Konsolidasi Sebelum Lanjutkan Uptrend Weekly Market Report & Outlook Market Review Trend” kenaikan harga komoditas global (harga minyak capai level tertinggi US$ 78/barel; emas capai rekor tertinggi US$ 1.072/troy ons) dan rilisan earning triwulan 3 korporat AS yang positif (JP Morgan, Goldman Sachs, Citigroup, Intel Corp), membantu angkat sentimen diantara investor domestik dan asing di pasar saham Indonesia pekan lalu.

Diikuti trend penguatan rupiah terhadap dolar ke level tertinggi sejak Maret 2008 hingga menyentuh level Rp 9.290 pada pekan lalu, ikut meningkatkan aliran dana masuk ke BEI.

Sementara aksi korporasi ITMG yang akan membagikan dividen interim sebesar Rp 678/saham (Cum Date 21 Oktober), langkah PTBA yang menandatangani MoU dengan PT KAI untuk pengangkutan batubara tahun depan, serta pemerintah menurunkan royalti batubara kualitas rendah dari 13,5% menjadi 7,5%-9%, turut topang kinerja saham komoditas.

Antisipasi pembentukan kabinet baru di akhir pekan dan pelantikan Presiden & Wapres pada 21 Oktober ikut support IHSG.IHSG menguat 41.405 poin (+1.67%) pekan lalu, ditutup di 2,515.806. Hari Jumat (16/10) IHSG 0.423 poin (+0.02%) menjadi 2,515.806.

Investor asing bukukan net buy Rp 1.253 triliun, dibandingkan net sell Rp 1.53 triliun di pekan (09/10).Indeks saham Asia mengalami kenaikan untuk pekan ke-2, dipimpin oleh saham perusahaan minyak dan industri baja, karena harga minyak mencapai level tertinggi 14 bulan, brokerage meningkatkan rating investasi mereka dan laporan ekonomi menunjukkan kepada sebuah pemulihan. Indeks MSCI Asia Pasific menguat 0.7% menjadi 119.60 di pekan ini, dimana telah menguat 69% dari level terendah 5-tahun pada 9 Maret.

Indeks Shanghai melonjak setelah laporan ekspor China membaik di bulan Agustus, Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1.8% karena indeks sentimen konsumen meningkat, indeks Nikkei 225 Jepang menguat berkat penurunan harga produsen, indeks HSI naik 2%.IHSG OutlookIHSG diperkirakan masih dapat melanjutkan trend kenaikan jangka pendek dan jangka menengah, berkat isu positif dari perkiraan komposisi kabinet Indonesia Bersatu 2 yang diumumkan di akhir pekan, menunjukkan posisi menteri strategis masih diisi orang-orang lama (Menkeu; Sri Mulyani; Menperindag: Mari Pangestu), sesuai dengan prediksi pasar, diikuti kejutan Menko Perekonomian akan diisi Hatta Rajasa, seharusnya dapat meningkatkan sentimen positif diantara investor saham.

Sementara trend kenaikan harga komoditas, dimana harga minyak telah capai tertinggi 14 bulan di $ 78.55/barel (berkat anjloknya inventory gasolin AS -5.43 juta barel pekan lalu; target US$ 80 jika breakout target akhir tahun di US$ 90/barel), emas capai rekor tertinggi US$ 1.072/troy ons di pekan lalu (spekulasi inflasi global; target US$ 1.113/1.200 di akhir tahun), nikel meningkat hingga US$ 18.750/ton (target US$ 21.500/ton), CPO meningkat ke Myr 2.200 (target Myr 2.400 di akhir tahun),diikuti aksi korporasi ITMG yang akan membagikan dividen interim sebesar Rp 678/saham (Cum Date 21 Oktober), langkah PTBA yang menandatangani MoU dengan PT KAI untuk pengangkutan batubara tahun depan, serta pemerintah menurunkan royalti batubara kualitas rendah dari 13,5% menjadi 7,5%-9% da membatasi ekspor menjadi sebesar 150juta ton/tahun, seharusnya masih dapat angkat harga saham komoditas domestik pekan ini.

Albasia: Investasi di Bumi selain Saham BUMI

Sudah lama saya tidak menulis tentang investasi dancara belajar investasi. Akhir-akhir ini memang sedang marak alternatif investasi selain instrumen pasar modal seperti investasi saham, reksadana dan efek lainnya.

Salah satunya adalah investasi properti dan emas. Apalagi emas dan tanah sangat kuat melawan inflasi.Ada pepatah yang mengatakan, “the best investment in the earth is earth itself”. Investasi terbaik di muka bumi adalah investasi di bumi itu sendiri.

Tentunya bukan saham BUMI yang sedang ramai dibicarakan dan selalu menjadi rumorbaik di kalangan investor, trader, para fund manager maupun broker. Saham BUMI memang menggiurkan untuk dikoleksi, tapi juga sekaligus bisa membangkrutkan. Tentunya siapapun masih ingat bahwa saham BUMI yang tahun 2003 (?) harganya masih Rp. 20, pada tahun 2008 kemarin sempat menyentuh harga Rp. 8750. Artinya, siapapun yang sempat membeli di tahun 2003 di harga 20, maka pada tahun 2008 lalu, asetnya tumbuh lebih dari 400 kali lipat.

Maka tak heran apabila Aburizal Bakrie yang baru saja terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar(selaku bos dari Bakrie and Brothers; BNBR) sempat menjadi orang terkaya di negeri ini karena beliau memiliki BUMI sejak tahun 2003.

Namun saham BUMI pula yang sempat membuat investor dan trader frustrasi ketika harganya terjun bebas hingga 380an di tahun 2008. Sekarang, BUMI pun membuat langkah fenomenal, karena dalam waktu kurang lebih 1 tahun harganya kembali ke 3000an.

Itulah cerita tentang saham BUMI.Yang ingin diceritakan di postingan ini adalah bumi yang sedang kita pijak, bukan saham BUMI yang selalu hangat dalam rumor saham.

Minggu lalu, saya mencoba belajar investasi di saham ALBA(emang ada?:-))Yang dimaksud adalah investasi kayu Albasia.Nama lain kayu albasia adalah sengon. Dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai–petaian.

Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut: jeunjing, jeunjing laut, jengjen (Sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa). Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)Albasia saya anggap investasi yang juga memiliki potensi profit melebihi saham BUMI.

Bayangkan saja, harga per batang benih albasia siap tanam hanya sekitar 1000 perak. Kemarin kita beli 500 batang. Total modal awal: 500.000 setara dengan 1/3 lot saham BUMI, atau 5 lot saham DEWA(temannya BUMI). Waktu panen ideal adalah lima tahun yang akan datang dengan rata-rata harga jual per batang pohon 500-600 ribu-an.

Jadi kalau kita menanam 500 pohon dan ditebang semuanya, maka omzet kita adalah 250 juta, sekitar 500 kali lipat dari modal awal. Anggaplah 50% dari laba kita bayarkan sebagai beban pemeliharaan, walhasil keuntungan yang diraup sekitar 125 juta bersih, ini pun masih 250 kali lipat dari modal awal. Wow!Tapi yang namanya investasi selalu mengandung risiko.

Risiko terbesar dari budidaya kayu albasia adalah bencana alam dan gagal panen. Tentunya kita harus bekerja keras dengan energi kita untuk selalu meminimalisir risiko, supaya profit kita menjadi optimal…Semoga.Untuk yang penasaran dengan panduan teknis budidaya sengonsilakan diunduhdi sini!

Mengenal IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan atau yang lebih dikenal dengan IHSG, tentu menjadi sebuah istilah yang akrab di telinga sebagian masyarakat. Terlebih bagi para investor pasar saham.Namun, tak banyak yang mengetahui komponen apa saja yang menjadi pembentuk nilai IHSG.

Padahal, IHSG sering dijadikan acuan guna melihat respresentasi pergerakan pasar saham secara keseluruhan.Dalam kolom portofolio kali ini, detikFinance akan memberikan gambaran mengenai komponen-komponen pembentuk IHSG serta faktor-faktor apa saja yang membuat IHSG berubah-ubah seiring terjadinya transaksi di lantai bursa.

Pertama-tama akan dihadirkan metode-metode yang umumnya digunakan untuk menyusun indeks saham. Secara umum, ada dua jenis rumusan untuk membentuk indeks saham.Pertama rumus atau metode yang dikenal dengan nama Weighted Average. Rumusnya adalah (Sigma)PxQ/Nd kemudian dikali dengan 100.P adalah harga saham di pasar reguler.

Q adalah bobot saham (jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia). Nd adalah nilai dasar, yaitu nilai yang dibentuk berdasarkan jumlah saham yang tercatat di BEI yang masuk dalam daftar penghitungan indeks.Nilai dasar bisa berubah jika ada aksi korporasi yang menyebabkan jumlah saham berkurang atau bertambah.

Sederhananya, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasar. Kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar per saham atas saham-saham yang diperhitungkan dalam indeks, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan dengan 100.

Nah, kapitalisasi pasar per saham yang di total ini berbeda dengan nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI, karena ada saham-saham yang tidak perhitungkan dalam penghitungan indeks.Saham-saham yang tidak diperhitungkan ini menjadi rahasia BEI.

Pihak BEI memiliki kriteria sendiri atas saham-saham yang bisa dimasukkan dalam penghitungan IHSG.Jadi boleh dibilang, IHSG merupakan nilai representatif atas rata-rata harga seluruh saham di BEI berdasarkan jumlah saham tercatat. Itulah kenapa disebut sebagai Weightened Average nilai harga rata-rata terhadap bobot atau jumlah saham.

Rumus kedua adalah apa yang disebut sebagai Average. Penghitungannya mirip dengan rumus pertama. Hanya saja, tidak memasukkan bobot atau jumlah saham tercatat dalam penghitungan. Rumusnya adalah (Sigma)P/Nd dikali 100.Metode ini dipakai oleh indeks saham industri Dow Jones (Dow Jones Industrial Average/DJIA).

Alasan indeks ini tidak memasukkan bobot sebagai pengali harga saham karena DJIA merupakan indeks 30 saham terpilih di bursa New York.Sebanyak 30 saham yang masuk dalam DJIA diasumsikan telah memiliki bobot yang setara, sehingga penghitungan bobot dianggap tidak perlu lagi. Sebagai catatan, 30 saham ini boleh dibilang mewakili setiap industri di Amerika Serikat (AS) dan memiliki likuiditas transaksi yang tinggi.

Kalau boleh disamakan, indeks LQ45 memiliki karakter yang mirip dengan DJIA, meskipun rumus penghitungan yang dipakai tetap sama seperti rumus yang dipakai dalam menghitung IHSG.Nah, sekarang akan dibahas mengenai faktor-faktor apa saja yang membuat level IHSG bergerak naik atau turun.

Pertama tentunya harga saham. Namun tidak hanya itu.Kenaikan atau penurunan tajam harga satu saham memang berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Namun seberapa besar kenaikan itu mempengaruhi IHSG tergantung pada bobot saham tersebut.Jadi sederhananya, kenaikan atau penurunan IHSG sangat bergantung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.

Berangkat dari sinilah kemudian muncul beberapa saham yang disebut-sebut sebagai motor penggerak IHSG.Sebut saja saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Saham ini memiliki saham tercatat mencapai 20,159 miliar saham.

Dengan harga saat ini sebesar Rp 8.700, maka kapitalisasi pasar TLKM mencapai Rp 175,383 triliun.Nilai itu mencapai 10% dari total nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI yang masuk dalam penghitungan IHSG. Kapitalisasi pasar BEI saat ini sekitar Rp 1.700 triliun.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar itu, kenaikan atau penurunan harga sebesar Rp 50 poin saja akan memberikan pengaruh pada level IHSG.Saham TLKM memang tercatat sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI.

Lain halnya dengan saham PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR). Saham BNBR yang tercatat di BEI mencapai 93,721 miliar saham, jauh lebih besar dari TLKM.Akan tetapi, harga saham BNBR saat ini sebesar Rp 127 yang berarti nilai kapitalisasi pasar BNBR sebesar Rp 11,902 triliun. Angka tersebut tidak sampai 1% dari kapitalisasi pasar BEI.

Jadi, meskipun BNBR mengalami kenaikan harga atau penurunan harga sebesar 35% pun tidak akan memberi pengaruh besar terhadap perubahan level IHSG. Lain halnya jkalau suatu saat harga saham BNBR mencapai Rp 5.000, dapat dipastikan kenaikan atau penurunan tipis harga saham BNBR akan memberi pengaruh besar pada level IHSG.

Oleh sebab itu, jika level IHSG naik tajam, dapat dipastikan hal itu didorong oleh kenaikan harga-harga saham berkapitalisasi besar atau yang lebih dikenal sebagai Big Cap. Jadi wajar saja, kalau saham TLKM naik tajam, level IHSG pun akan terkerek naik secara tajam pula.

Kelemahan penghitungan ini adalah karena rumus ini memasukkan saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan serta memasukkan faktor bobot atau jumlah saham secara keseluruhan dalam penghitungannya.

Contohnya, saham TLKM hanya ditransaksikan sebanyak 1 lot dan mengalami kenaikan sebesar Rp 300 hari ini. Kapitalisasi pasar yang terbentuk mewakili seluruh 20,159 miliar saham TLKM. Jadi level IHSG sudah pasti akan terangkat.

Dan metode ini ikut memasukkan saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan, malah terkadang tergolong saham tidur. Ini akan memangkas representasi pasar IHSG secara riil, karena saham-saham yang tidak ditransaksikan ikut dimasukkan dalam penghitungannya.Kendati demikian, BEI menganggap metode yang dipakai ini sudah cukup mewakili pergerakan seluruh saham harian di lantai bursa

Antara Online Trading dan Offline Trading

Antara Online Trading dan Offline Trading, Anda memilih yang mana?

Untuk mulai berinvestasi saham atau trading saham, kita perlu mengenal jenis fasilitas trading itu sendiri. Saat ini ada dua jenis fasilitas trading, online trading dan offline trading. Pada postingan kali ini, saya akan mencoba membahas kedua jenis fasilitas ini, setelah pada postingan sebelumnya saya membahas sekilas mengenai analisis teknikal saham.

Tulisan ini pernah saya muat di blog lain. Selamat membaca!

Online trading merupakan aktivitas trading yang kita lakukan melalui layanan online suatu sekuritas (broker). Biasanya kita diberikan semacam software untuk menghubungkan PC kita dengan lantai bursa.

Ada juga broker lain yang memberikan fasilitas online trading berbasis web. Ada juga yang menggabungkan keduanya. Bisa lewat web, bisa juga berbasis aplikasi. Intinya, dalam online trading, kita bertindak sebagai broker bagi kita sendiri, dimana kita bisa mengeksekusi jual dan beli saham secara online dan real time.

Kita juga bisa menganalisis chart secara online, membaca updated news atau rumors. Singkatnya online trading memberikan kita fasilitas berinteraksi langsung dengan floor bursa secara real time.

Kelebihan online trading:

  • Fee lebih murah bila dibanding trading secara offline,
  • bisa hemat sampai 0.2%an. memang sedikit sih bedanya, tapi kalo transaksi Anda sudah milyaran, 0.2% itu lumayan lho!
  • bisa melihat langsung proses transaksi melalui running tradedapat melihat status transaksi kita melalui order statuskesalahan eksekusi menjadi tanggung jawab kita sendiri,
  • potential gain maupun loss bisa kita pantau langsung.
  • menentukan posisi beli dan jual berdasar keputusan kita sendiri
  • mendapat updated news and rumoursmemantau pergerakan indeks regional secara livedll (silakan ditambahkan oleh Anda!)

Kelemahan Online Trading:

  • Membuat tangan ‘gatal’ untuk selalu bertransaksi, bahkan ketika arah pasar sedang tidak menentubisa membuat kita terbawa emosi pasar (saking seringnya lihat running trade)
  • Banyak menyita waktu karena bisa saja trading seharian melototin monitor.
  • Kurang cocok bagi tipe investor
  • Biaya internet yang kadang kurang terkontrol
    dll

Offline trading merupakan nama lain dari bermain saham via broker secara konvensional. Kita daftar sebagai nasabah di suatu sekuritas, kemudian kita akan dilayani oleh seorang AO (account officer) atau AE (account executive) yang bertugas sebagai eksekutor atau order taker dari transaksi kita.

Setiap pembicaraan kita dengan para AO/AE ini direkam sebagai bukti bila di kemudian hari ada kesalahan atau complaint mengenai transaksi. Para AO/AE ini juga yang rajin mengirimi kita berbagai riset mengenai outlook pasar, kinerja indeks, prospek saham maupun sekedar pidato gubernur the Fed atau hasil rapat Gubernur BI.

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki offline trading ini, diantaranya:

  • Tidak banyak menyita waktu
  • lebih tenang dalam bertransaksi, sebab sudah ada AO/AE yang bertanggung jawab
    ketika pasar sedang bergejolak, biasanya para AO/AE berusaha membuat kita tetap tenang dengan tidak melakukan panic buying maupun selling
    cenderung cocok untuk tipe investor, dimana kita tidak terlalu sering memantau pergerakan saham
    dll

Adapun beberapa kelemahannya antara lain:

  • Fee lebih mahal dibanding online trading (biasanya 0.3 untuk beli, dan 0.4 untuk jual). Total fee jual beli sekitar 0.7%
  • Tidak bisa memonitor secara live proses transaksi kita
  • Adanya biaya telepon ke AO/AE
  • Terkadang ada kesalahan eksekusi dari AO/AE yang berakibat fatal terhadap portofolio kita
  • tidak semua AO/AE friendly sama kita
    dll

Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya Anda sudah bisa menentukan mana yang akan dipilih. Tentunya disesuaikan dengan tipe Anda.

Apakah Anda seorang investor yang biasa menunggu return sampai setahun bahkan lima tahun? Atau Anda mungkin termasuk yang suka daytrading sehingga real time data merupakan acuan Anda?. Atau anda bertipe investor sekaligus juga trader?

Semuanya kembali kepada Anda. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu. Kalau ada komentar, saya sangat nantikan…”There can be miracles when we believe”

Jadilah Investor dan Trader Saham Mandiri!

Pada postingan kali ini, saya mengutip sebuah tulisan dari guru saya, Pak Vier, mengenai cita-citanya untuk melahirkan investor dan trader mandiri di pasar saham.

Tulisan ini pernah dimuat di situs Fajar online. Selamat membaca!Ayo Bangkit ke Pasar ModalOleh : VierjamalPendiri Organisasi Indonesia Direct Investor’s ClubMelihat keberhasilan China di akhir tahun 2007 mencetak 400.000 milyarder baru, hati kecil saya berkata, “Indonesia seharusnya juga bisa”.

Ini bukanlah impian kecil dan bukan mimpi di siang bolong.Tahun 2007, saya bersama teman-teman yang peduli terhadap perkembangan pasar modal Indonesia membentuk organisasi dengan orientasi aktif di pasar modal bernama IDIC (Indonesia Direct Investor’s Club).

Organisasi ini memiliki 3 visi yang terukur dan terarah.Pertama, “To Show You How”. Organisasi ini secara aktif memperkenalkan dunia investasi kepada masyarakat Indonesia khususnya pasar modal melalui media-media interaktif seperti presentasi, workshop, training-training gratis, belajar kelompok, hingga bursa saham online.

Setelah memperkenalkan cara berinvestasi di pasar modal, IDIC melanjutkan aktivitasnya yang agresif, “To Teach How You”. IDIC yang terdiri dari pakar-pakar yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di pasar modal dan sudah hidup dan berkecimpung pada industri ini, baik sebagai profesional maupun independen stock trader dengan sukarela membagikan ilmunya kepada semua anggotanya, tentang bagaimana cara bertransaksi dengan baik dan benar di pasar modal.

Sehingga sasaran yang ingin dicapai dapat diwujudkan dengan manajemen risiko yang terkendali.Melalui belajar kelompok dan training, seorang pemula di pasar modal akan mendapat nilai tambah. Karena sesama kelompok dapat saling membantu sekaligus mengasah keahlian transaksi anggota IDIC.

Transaksi di pasar modal bukanlah hal yang sulit, tetapi juga tidaklah mudah. Karena itu, dibutuhkan komitmen yang kuat dari calon investor’s/trader untuk terus melalui proses learn, practice dan trade agar bisa menjadi seorang profesional trader.

Melalui konsep-konsep yang sederhana yang diperkenalkan oleh Vierjamal sebagai pendiri IDIC, sekarang terbukti bahwa transaksi saham dapat dilakukan ibu-ibu rumah tangga, karyawan swasta, mulai level staf sampai direksi, pedagang klontong, PNS, pensiunan, dan siapa saja yang mau mendapatkan pernghasilan tambahan dari investasinya di pasar modal.

Komunitas ini sekarang memiliki anggota lebih 2000 orang investor retail dan memiliki penghasilan tetap rata-rata Rp200.000 – Rp700.000 per hari per transaksi saham dari transaksi saham harian dengan modal rata-rata Rp10.000.000 – Rp25.000.000.

Dan bagi pemodal besar, tentunya hasil yang didapatkan juga bervariasi tetapi cukup menggembirakan di tengah-tengah kondisi ekonomi saat ini.Contoh, seorang anggota dari Makassar saja yang masuk dalam kategori gaptek (gagap teknologi) sekalipun, bisa memperoleh penghasilan yang luar biasa, Rp80.000.000 (konservatif) dalam waktu 11 hari dengan modal Rp400.000.000, dengan menerapkan simple trading concept yang diperkenalkan oleh Vierjamal sebagai pencetus konsep sederhana cara bertransaksi saham.

Visi ketiga dari IDIC adalah “Help You Make Intelligent Financial Decision”, melalui program lifelong learning IDIC secara terus menerus melakukan aktivitas bernilai tambah untuk terus membantu anggotanya sampai berhasil. Kepengurusan IDIC telah terbentuk untuk Jabodetabek, Aceh, Surabaya, Bandung, Makassar, Bali dan terus berusaha membentuk kepengurusannya di seluruh Indonesia.

Impian IDIC, suatu saat negeri ini dibangun oleh kekuatan pilar yang disokong oleh investor’s retail yang memiliki kontribusi yang dapat menggerakkan perekonomian negeri ini. Saat ini, tercatat kurang lebih 25.000 investor’s retail dan jumlahnya terus bertambah.

Peran IDIC sangat besar dalam membekali para investror yang masih pemula dengan ilmu-ilmu dasar, agar mereka tidak bangkrut dari pasar modal dan akhirnya kapok.Melalui kesempatan ini, IDIC mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit dan melihat ke depan melalui alternatif yang ada dalam kehidupan ini.

Situasi ekonomi mungkin tidak menyenangkan Anda, barang-barang sembako melonjak naik, angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat, debat di sana-sini tentang nasib bangsa. Seharusnya kita sama-sama menyadari bahwa tanggungjawab bangsa ini bukanlah tanggungjawab pemimpin-pemimpin kita saja.

Tetapi kita sebagai warga negara harus mulai menyingsingkan lengan baju. Ayo, bangkit ke pasar modal.Jadilah investor retail atau independent stock trader (pedagang saham mandiri). Jangan malas, jangan banyak berharap karena masa depan Anda dan keluarga, terletak ditangan Anda sendiri. Bukan pemerintah.

Saya coba memberikan ilustrasi sederhana dan fakta agar ini dapat menjadi inspirasi bagi Anda dan juga mencoba membangkitkan rasa percaya diri Anda yang sudah lama tidur. Anda semua bisa menjadi Fund Manager.

Kalau Anda mau coba konsisten mendapatkan penghasilan dari pasar modal Rp50.000 sehari saja, maka rata-rata penghasilan Anda Rp12.000.000 tahun dengan modal Rp10.000.000.Sekarang coba cari produk-produk penghasilan tetap (fixed income) dari bank-bank asing dan lokal yang mau memberikan return seperti itu?

Kalau saja fund manager asing atau lokal tidak bersedia memberikan Anda return 100 persen, kenapa Anda tidak mau mencoba melakukan transaksi di pasar modal melalui direct investment dan Anda yang menjadi investor dan tradernya?Tetapi sering ada yang bertanya, bagaimana kalau rugi transaksi di saham karena teman, tetangga, om, tante saya pernah rugi sampai ratusan juta? Transaksi di saham berbeda dengan di indez atau pun forex selama Anda disiplin merealisasikan keuntungan Anda dan tidak menggunakan fasilitas margin yang tidak dapat Anda bayarkan, maka di situlah kegagalan Anda nantiny, karena ada batasan waktu untuk dilakukannya paksa jual bila Anda tidak membayar hutang Anda kepada perusahaan sekuritas.Jadi intinya, kalau modal Anda Rp10.000.000, berbelanjalah senilai itu, tidak lebih (jangan berhutang) walaupun Anda ditawarkan oleh perusahaan sekuritas Anda.

Saat ini transaksi saham lebih mudah dengan OLT (Online Trading) dan Anda bisa melakukan transaksi di rumah, mobil, dan di mana pun sepanjang jaringan internet Anda terkoneksi.Ayo bangkit ke pasar modal. Kita jangan hanya bisa menciptakan pengemis baru. Bantulah pemerintah mengentaskan kemiskinan dan mengurangi jumlah pengangguran dengan aksi nyata. Jadilah investor retail dan pedagang saham mandiri hari ini juga.

Mengenal Saham sebagai Instrumen Investasi

Pada postingan ini kita akan membahas tentang saham, salah satu produk yang sering diperjualbelikan di pasar modal. Saham memang menjadi salah satu tren investasi masa kini. Banyak pengunjung blog ini yang mempertanyakan perihal saham.

Tulisan ini saya kutip dari berbagai sumber lain namun sudah diedit di sana sini. Mudah-mudahan bisa membantu kita memahami saham sebagai salah satu instrumen investasi yang bisa kita pilih.Saham dapat diartikan sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas.

Bentuk saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya. Akan tetapi, sekarang ini saham dengan sistem tanpa warkat (scriptless) sudah mulai dilakukan di pasar modal Indonesia dimana bentuk kepemilikan tidak lagi berupa lembaran saham yang diberi nama pemiliknya tapi sudah berupa account atas nama pemilik atau saham tanpa warkat.

Jadi penyelesaian transaksi akan semakin cepat dan mudah.Jenis SahamSaham atau ekuitas (equity) merupakan surat berharga yang sudah dikenal masyarakat. Secara umum, jenis saham yang dikenal adalah saham biasa (common stock).

Saham itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).Saham biasa, merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling akhir dalam pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi (tidak memiliki hak-hak istimewa).

Karakterisktik lain dari saham biasa adalah dividen dibayarkan selama perusahaan memperoleh laba. Setiap pemilik saham memiliki hak suara (one share one vote)dalam rapat umum pemegang saham yang sering disingkat RUPS .

Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain. Sedangkan untuk saham preferen, merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi).

Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak pada 3 (tiga) hal: ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan dengan saham biasa.Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu. saham preferen sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit.

Apa keuntungan investasi saham?Daya tarik dari investasi saham adalah dua keuntungan yang dapat diperoleh pemodal dengan membeli saham atau memiliki saham, yaitu dividen dan capital gain. Dividen merupakan keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Biasanya dividen dibagikan setelah adanya persetujuan pemegang saham dan dilakukan setahun sekali.Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemodal tersebut harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai, dimana pemodal atau pemegang saham mendapatkan uang tunai sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki dan dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan.

Sedangkan capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual yang terjadi. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Sebagai contoh, misal saja Anda membeli saham Telkom dengan harga per sahamnya Rp 8.800 dan menjual dengan harga Rp 9.200 berarti Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 400 per lembar sahamnya.

Umumnya investor jangka pendek mengharapkan keuntungan dari capital gain.Risiko Investasi SahamSaham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi.

Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain) dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.Jadi bila Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham yang perlu ditelaah ulang adalah tingkat risiko yang terkandung (high risk) sesuai dengan tingkat risiko yang bisa Anda tanggung.

Jangan sampai berinvestasi dalam bentuk saham memberikan rasa khawatir serta waswas mengakibatkan Anda susah tidur dan stres. Kenali tingkat risiko Anda dan ambil keputusan berdasarkan hal itu.

Alasan memilih sahamDalam menganalisis perusahaan publik yang ada, perlu diingat minat Anda berinvestasi di saham untuk jangka waktu yang panjang dengan mendapatkan dividen yang relatif stabil atau menginginkan keuntungan jangka yang lebih pendek dari segi capital gain akibat pertumbuhan perusahaan.

Sebagai investor, terdapat 3 alasan mengapa Anda memilih untuk membeli saham tertentu :Income. Apabila pertimbangan Anda dalam berinvestasi dalam saham adalah mendapatkan pendapatan yang tetap dari hasil investasi pertahunnya, maka anda bisa membeli saham pada perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara regular.

Growth. Apabila pertimbangan Anda adalah untuk jangka panjang dan memberikan hasil yang besar di masa datang, berinvestasi pada saham perusahaan yang sedang berkembang (biasanya perusahaan teknologi) memberikan keuntungan yang besar, karena kebijakan dari perusahaan yang sedang berkembang biasanya keuntungan perusahaan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan maka perusahaan tidak memberikan dividen bagi investor.

Keuntungan bagi investor hanya dari kenaikan harga saham apabila anda menjual saham tersebut di masa datang (kenaikan harga saham yang besar).Diversification. Apabila Anda membeli saham untuk kepentingan portofolio anda maka harus hati-hati dalam melengkapinya.

Apakah Anda memerlukan saham untuk pendapatan tetap atau membeli obligasi dengan bunga yang diberikan sebagai pendapatan.Berinvestasi dalam saham sangat memerlukan pengetahuan yang luas tentang perusahaan itu sendiri (perusahaan dimana Anda ingin menginvestasikan dana anda).

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dan harus anda jawab sebelum memutuskan berinvestasi pada saham.Pertanyaan pertama yang harus Anda ketahui jawabannya adalah perusahaan apa?

Kemudian apa yang dilakukan perusahaan tersebut (line of business)? Berapa besar utang yang dimiliki oleh perusahaan (debt to equity ratio)? Bagaimana perkembangan industri di mana perusahaan itu berada, serta perkembangan perusahaan itu sendiri?Informasi atau pengetahuan lain yang harus Anda ketahui adalah pergerakan saham perusahaan itu dalam beberapa tahun belakangan dari 1, 5, sampai 10 tahun yang lalu.

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dengan semua pengetahuan atau informasi yang Anda dapat dari pertanyaan diatas, akan membantu memberikan kejelasan mengenai perusahaan dimana anda akan menginvestasikan dana anda serta prospek ke depan dari perusahaan tersebut.

Anda akan menemukan banyak informasi yang berbeda-beda dari berbagai institusi, Anda harus mempelajari institusi mana yang memiliki pengalaman serta kridibilitas yang tinggi sehingga informasi yang Anda terima benar-benar adanya dan akurat.

Sehingga informasi tersebut dapat membantu anda melakukan keputusan mengenai investasi yang anda ambil.KesimpulanSaham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki karakteristik high risk, high return. Ada 2 keuntungan yang bisa kita dapatkan dari investasi saham; dividen dan capital gain.

Sebelum memulai investasi saham, kita harus menentukan tujuan investasi kita, apakah untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Juga kita perlu menyeleksi perusahaan mana yang layak kita beli untuk dapat memberikan keuntungan di masa datang.

Semoga tulisan ini dapat membantu kita untuk mengenali saham sebagai salah satu produk investasi. Salam

Investasi Saham Di Pasar Modal

Andre adalah salah satu individu yang ikut memeriahkan perdagangan saham di bursa efek Jakarta. Sudah kurang lebih 3 tahun Andre selalu mengikuti dan bertransaksi saham. Semua keputusan dilakukan oleh dirinya sendiri dengan mengandalkan informasi yang dilihat, didengar, maupun dibacanya.

Berdasarkan penuturannya, dia memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar daripada bila ia hanya menempatkan uangnya di deposito.Walau pasar masih dalam keadaan yang berfluktuasi, Andre melihat kesempatan di sana.

Bersamaan dengan diberikannya perpanjangan waktu pembayaran utang Indonesia oleh Paris Club dan disertai dengan semakin menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga ikut terdongkrak.

Andre memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham waktu itu.Andre merupakan individu yang melihat juga potensi jangka panjang dari beberapa saham unggulan serta ia juga melakukan transaksi jangka pendek untuk medapatkan keuntungan.

Rasa-rasanya dari cerita Andre tadi kita bisa menyimpulkan bahwa Andre termasuk individu yang beruntungan bermain di bursa saham.

Lain lagi dengan dengan Hendra. Ia juga investor individu yang turut berinvestasi di bursa saham. Ia melihat berbagai kemungkinan mendapatkan keuntungan dari berinvestasi di saham.

Akan tetapi selama lebih dari 2 tahun bermain saham ia merasa bahwa belum mendapatkan keuntungan yang diinginkan alias merugi.

Walau ia juga melakukan analisis sendiri serta mengikuti berbagai informasi yang diberikan oleh para pakar investasi atau analis profesional.

Jadi mungkin timbul pertanyaan, bagaimana sih menyiasati berinvestasi pada saham? Serta apa untung dan ruginya berinvestasi di saham? Mengapa pasar modal atau bursa saham berkembang hampir di semua negara di dunia? Apa manfaat dari keberadaan pasar modal?

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan seputar investasi saham dan keberadaan pasar modal, khususnya di Indonesia.

Melalui artikel kali ini kami ingin membagikan informasi serta pengertian dasar dari istilah tadi serta kemungkinan Anda untuk juga berpastisipasi di dalamnya.