Indosterling Group menyediakan solusi manajemen investasi dengan melaksanakan peluncuran besar aset manajemen lndorling (IAM). Kehadiran Perusahaan Manajemen Investasi ditandai dengan penerbitan Perjanjian Otoritas Jasa Keuangan (CJK) pada November 2018 A PT Indosteri dari Aset Manajemen sebagai Perusahaan Manajer | NVe (ml).

William Henley, pendiri kelompok Lndosteriing dan Komisaris Iam, mengatakan kehadiran IAM adalah bagian penting dalam menyelesaikan ekosistem ekonomi, pasar keuangan dan pasar modal di Indonesia.

“Ini adalah Amerika Serikat, aset manajemen anak-anak. Hadir dan undang investor menjadi bagian dari ekosistem yang kuat yang berkontribusi, menyentuh kehidupan lebih banyak orang, membawa harapan dan perubahan untuk dunia yang lebih baik,” kata The World yang lebih baik, “kata Manusia yang akrab William Bal di acara Great IAM Launch di Fairmont Hotel Senayan, Jakarta, Rabu (3/3/2019).

Presiden IAM, Najaw Djogn Saint, menjelaskan produk yang ditawarkan, ada dua jenis instrumen investasi. Keduanya adalah investasi dalam pasar moneter timbal balik dan reksa dana, kait likuiditas ditambah ekuitas.

“Diharapkan bahwa pengembalian investasi ini akan lebih tinggi dari bunga deposito atau peningkatan JCI (Lindeks dari harga tindakan komposit),” katanya.

Djoeng Saint Tujuan untuk tiga tahun ke depan, Anda dapat menuai dana investasi yang diberikan untuk mencapai Rp 3 miliar. Tujuan investor yang diarahkan adalah berbagai jenis pelanggan, baik institusi maupun individu.

“Tentu saja, mereka yang membutuhkan keamanan investasi sambil menanggapi klien harus mencapai tujuan keuangan mereka,” katanya.

Djoeng San menambahkan, manajemen aset manajemen hadir ketika melaksanakan slogan “menciptakan nilai di luar” tidak hanya produk yang melakukan laba material saja.

Dia mengatakan bahwa investor akan memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada lingkungan sosial dengan kehadiran pengelolaan filantropi yang menjadi manifestasi dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selama tahun pertama keberadaan IAM, Djoeng San menjelaskan, program CSR akan diadakan dengan menugaskan 50 persen dari biaya administrasi (administrasi) pasar uang multi-dana. Dana ini akan ditugaskan untuk tiga yayasan badan hukum. Ketiganya adalah fondasi pita kuning, fondasi penyelamatan vertikal Indonesia dan rumah Faye.

Ribbon Yellow Foundation adalah lembaga yang berfokus pada membantu pasien dengan kanker masa kanak-kanak keluarga yang kurang beruntung. Kemudian, dasar penyelamatan vertikal Indonesia dengan program untuk membangun jembatan suspensi yang bermanfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Sementara rumah Faye di bawah naungan Yayasan mengarahkan program untuk promosi dan bantuan untuk anak-anak dan perempuan, korban perdagangan orang dan kejahatan seksual.

“Saya memilih tiga penerima manfaat dengan berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan, tujuannya adalah bahwa dana donasi bermanfaat bagi masyarakat,” kata Djeng San.

Sementara itu, Komisaris Manajemen Aset Perorangan, Bowo W. Suhardjo, mengatakan bahwa kehadiran manajemen iam filantropi adalah bagian penting dari mendorong ekuitas dalam pertumbuhan ekonomi di negara itu.

“Jenis kekhawatiran ini diperlukan sekarang untuk menanggapi berbagai masalah sosial dan ekonomi yang terjadi di negara ini,” katanya.

Lundosting Asset Management (IAM) adalah produk investasi yang dikeluarkan oleh PT Lnosteriing Group. Produk investasi ini telah dinyatakan memenuhi syarat oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan No. KEP-75 / D.04 / 2018 tanggal 30 November 2018

Kehadiran IAM didukung oleh serangkaian nama yang telah dialami di industri pasar modal dan keuangan keuangan seperti Abraham Bastari, William Henley, Bowo W. Suhardjo, Tanzil Ferina dan F Stevan Purba.